Sebelum membeli rumah, pastinya Anda memikirkan mengenai biaya balik nama sertifikat rumah tersebut. Jika Anda membeli rumah bekas, maka harus melakukan balik nama. Sebab, sertifikat rumah tersebut masih bernamakan pemiliknya.

Balik nama ini bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik di masa mendatang apabila terjadi sengketa kepemilikan rumah yang tersangkutan. Maka, harus diselesaikan secepatnya.

Lantas, apasaja prosedur dan berapakan biaya balik nama? Mari simak penjelasan berikut ini!

Biaya Balik Nama

#1 Biaya Pengecekan Sertifikat

Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 50.000. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui apakah sertifikat tersebut legal dan hunian tidak berada di lahan atau tanah sengketa. Pengecekan ini bisa dilakukan di kantor BPN setempat.

#2 Biaya Validasi Pajak

Pajak yang harus dipenuhi oleh pembeli dan penjual rumah yaitu:

  • Pajak Penghasilan
  • Pajak Bumi dan Bangunan
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

Biaya yang harus dikeluarkan setelah pembayaran pajak sebesar Rp. 200.000.

#3 Biaya Akta Jual Beli

Pihak penjual dan pembeli harus menanggung biaya sekitar 1% dari nilai transaksi. Biaya ditentukan oleh kesepakatan PPAT, penjual dan pembeli. Misal harga rumah sekitar Rp.700 juta maka biayanya sekitar Rp.5 juta.

#4 Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

Biaya balik nama berasal dari nilai jual tanah atau rumah kemudian dibagi dengan 1.000. Jika harga jual rumahnya Rp700 juta, berarti biaya pelayanannya sekitar Rp700 ribu.

Prosedur Mengurus Balik Nama Sertifikat Rumah

Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam mengurus balik nama rumah, yakni:

  1. Mengurus Akta Jual Beli dengan mengunjungi kantor PPAT atau notaris. Nantinya, akta ini ditandatangani oleh pihak pembeli, penjual, saksi, dan PPAT atau notaris agar sah di mata hukum.
  2. Melunasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Bisa dilakukan di Kantor Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD). Selain itu, melunasi Pajak Penghasilan (PPh) dan PBB. Jika BPHTB, PPh, dan PBB belum dibayarkan, proses balik nama tidak bisa dilakukan.
  3. Mengurus balik nama ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Persyaratan yang harus di bayar adalah SHM asli, Akta Jual Beli, salinan fotokopi penjual dan pembeli, serta bukti pembayaran PPh, BPHTB, dan PBB.

Demikianlah prosedur dan biaya dalam melakukan balik nama sertifikat rumah. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply