Mengenal Hak Pakai – Istilah ini sudah tidak asing lagi bagi pemilik sebidang tanah. Pahamkah Anda tentang hak pakai dan fungsinya? Lalu, apa perbedaan dari hak pakai dan hak milik?

Kali ini, kita akan membahas pengertian, perbedaan hak pakai dan hak milik, dan cara mengubah dari hak pakai menjadi hak milik. Yuk, langsung saja simak penjelasan berikut ini!

 Pengertian Hak Pakai

Dalam Pasal 41 UU No.5 Tahun 1960 menjelaskan bahwa Hak Pakai adalah hak menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau milik orang lain, yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya, yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah, segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan undang-undang pokok agraria.

Kesimpulannya Hak Pakai adalah hal menggunakan properti yang diberikan kepada pihak lain dengan tujuan dikembangkan, dibangun dan sebagainya. Sertifikat ini hanya bersifat sementara dan digunakan dalam waktu terbatas.

Penerima Sertifikat Hak Pakai

Berikut ini syarat yang harus dipenuhi jika ingin mendapatkan sertifikat hak pakai, antara lain:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Warga asing yang berkedudukan di Indonesia
  3. Badan hukum yang didirikan sesuai hukum dan berada di Indonesia
  4. Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah
  5. Badan keagamaan dan sosial
  6. Perwakilan negara asing dan badan internasional
  7. Badan hukum asing yang memiliki perwakilan di Indonesia

 Cara Ganti jadi Hak Milik

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika ingin mengubah menjadi sertifikat hak milik, yakni:

  1. Properti layak ditingkatkan statusnya menjadi hak milik
  2. Masih dalam status hak pakai belum beralih hak
  3. Wajib dilakukan sebelum jangka waktu penggunaan berakhir

Selanjutnya, Anda bisa mengajukan surat permohonan ke Kantor Pertanahan Kabupaten atau Kotamadya tempat properti berada. Berikut ini beberapa berkas yang harus dibawa, yakni:

  1. Sertifikat tanah yang bersangkutan
  2. Bukti penggunaan tanah
  3. Fc Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  4. Surat keterangan Kepala Desa atau Kelurahan setempat
  5. Fc SPPT PBB untuk luas tanah 200 m2/lebih
  6. KTP dan KK
  7. Formulir dari Kantor Pertanahan
  8. Surat Keterangan Waris / Akta Waris (jika warisan)
  9. Surat kuasa dan fc kartu identitas penerima kuasa (jika dikuasakan)

Itulah penjelasan tentang mengenal hak pakai dan cara menggantinya. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply