Akad Syariah – Tahukah kamu bahwa Industri Jasa Keuangan Syariah di Indonesia berkembang sangat baik? Indonesia menjadi negara dengan aset perbankan syariah nomor 9 terbesar di dunia. Tapi, sebelumnya kamu sudah paham nggak tentang akad-akad yang digunakan oleh Industri Jasa Keuangan Syariah? 

Kali ini kita akan membahas akad-akad Industri Jasa Keuangan Syariah. Ini menjauhkan kita dari Maysir (untung/rugi tidak terukur), Ghahar (objek tidak jelas), Riba, Rishwah (Suap), dan Bathil.

Pengertian Akad

Akad adalah pertalian antara penyerahan (ijab) dan penerimaan (qabul) yang dibenarkan oleh syariah, yang menimbulkan akibat hukum terhadap objeknya. Dalam akad harus ada tiga hal yaitu pelaku, objek dan ijab qobul. Menurut fiqih muamalat, akad dibagi menjadi 2 yaitu:

#1 Akad Tabarru’

Merupakan perjanjian yang merupakan transaksi yang tidak ditujukan untuk memperoleh laba (transaksi nirlaba). Akad ini bertujuan untuk tolong menolong dalam rangka berbuat kebaikan. Bentuk akad tabarru’:

a. Meminjamkan Uang

Ada 3 jenis pinjaman yaitu:

  • Qardh: merupakan pinjaman yang diberikan tanpa mensyaratkan apapun, selain mengembalikan pinjaman tersebut setelaah jangka waktu tertentu.
  • Rahn: merupakan pinjaman yang mensyaratkan suatu jaminan dalam bentuk atau jumlah tertentu.
  • Hiwalah: bentuk pinjaman dengan cara mengambil alih piutang dari pihak lain.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Warna Cat Rumah di Tahun 2021

b. Meminjamkan Jasa

Ada 3 jenis pinjaman jasa, yaitu:

  • Wakalah: memberikan pinjaman berupa kemampuan kita saat ini untuk melakukan sesuatu atas nama orang lain.
  • Wadi’ah: merupakan bentuk turunan akad wakalah, dimana pada akad ini telah dirinci tentang jenis penitipan dan pemeliharaan. Sehingga selama pemberian jasa tersebut kita juga bertindak sebagai wakil dari pemilik barang.
  • Kafalah: merupakan bentuk turunan akad wakalah, dimana pada akad ini terjadi atas wakalah bersyarat.
c. Memberikan Sesuatu

Ada 2 bentuk akad ini, yaitu:

  • Waqaf: merupakan pemberian dan penggunaan pemberian yang dilakukan untuk kepentingan umum dan agama, serta pemberian itu tidak dapat dipindahtangankan.
  • Hibah, Shadaqah: merupakan pemberian sesuatu secara sukarela kepada orang lain.
#2 Akad Tijarah

Merupakan akad yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan. Akad Tijarah dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Natural Uncertainly Contract

Merupakan kontrak dimana pihak melakukan transaksi saling mencampurkan asset yang mereka miliki menjadi satu, kemudian menanggung risiko bersama-sama untuk mendapatkan keuntungan. Jenis NUC:

  • Mudharabah: yaitu bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih, dimana pemilik modal (shahibul maal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha dengan nisbah bagi hasil atas keuntungan yang diperoleh menurut kesepakatan dimuka, sedangkan apabila terjadi kerugian hanya ditanggung pemilik dana sepanjang tidak ada unsure kesengajaan atau kelalaian oleh mudharib
  • Musyarakah: akad kerjasama yang terjadi antara pemilik modal (mitra musyarakah) untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha secara bersama dalam suatu kemitraan, dengan nisbah bagi hasil sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Paket WiFi Murah Untuk Kebutuhan Rumah Tangga

b. Natural Certainty Contract

Merupakan kontrak dimana kedua belah pihak saling mempertukarkan asset yang dimilikinya, sehingga objek pertukarannya pun harus ditetapkan di awal akad dengan pasti tentang jumlah, mutu, harga, dan waktu penyerahan. Jenis dari kontrak ini ada beberapa, antara lain:

  • Murabahah: transaksi penjualan barang dengan menyatakan biaya perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati antara penjual dan pembeli.
  • Salam: transaksi jual beli dimana barang yang diperjualbelikan belum ada. Barang diserahkan secara tangguh, sedangkan pembayarannya dilakukan secara tunai.
  • Istishna’: memiliki system yang mirip dengan salam, namun dalam istishna’ pembayaran dapat dilakukan di muka, cicilan dalam beberapa kali (termin) atau ditangguhkan selama jangka waktu tertentu.
  • Ijarah: akad sewa-menyewa antara pemilik objek sewa dan penyewa untuk mendapatkan manfaat atas objek sewa yang disewakan.

Leave a Reply