Mengurus sertifikat tanah perlu dilakukan sebagai bukti kepemilikan atas tanah tersebut. Sertifikat ini sangat berguna dalam memberikan kepastian hukum bagi pemilik tanah.

Banyak orang menganggap mengurus rumah rumit. Anda bisa mengurusnya sendiri ataupun meminta bantuan dari PPAT. Berikut ini syarat dan cara mengurusnya baik secara offline maupun online. Simak penjelasan berikut ini!

Syarat Membuat Sertifikat Tanah

Persyaratannya adalah:

  • Identitas diri seperti KTP dan KK
  • Fc Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Surat Pelunasan Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan Tahunan
  • Sertifikat Asli SHGB
  • Akta Jual Beli
  • Fc IMB
  • Surat Pernyataan Kepemilikan Lahan

Selain itu ada beberapa syarat lainnya seperti:

  • Fc Girik / Letter C
  • Akta Jual Beli Tanah
  • Surat Riwayat Tanah
  • Surat Pernyataan Tidak Sengketa

Cara Membuat Sertifikat Tanah

Mengurus Sendiri

  • Datang ke Kantor BPN

Pertama, datanglah ke kantor BPN. Jangan lupa untuk membawa semua dokumen persyaratan yang telah ditentukan, lalu ke loket pelayanan sertifikat tanah. Nantinya, Anda diminta untuk mengisi formulir dan verifikasi dokumen.

Kemudian, Anda akan mendapatkan Surat Tanda Terima Dokumen dan Surat Pperintah Setor yang harus dibayar.

  • Pengukuran dan Pendaftaran Sertifikat Tanah

Setelah itu, membayar biaya pengukuran tanah dan pendaftaran  sertifikat tanah. Ketika permohonan membuat sertifikat, petugas ukur dari BPN akan memulai mengukur tanah dan memasang tanda batas tanah. Pastikan Anda membawa saksi pada saat pengukuran. Hasilnya, akan diproses dan dilanjutnya untuk menentukan keputusan pemberian sertifikat oleh BPN.

  • Surat Keputusan dari BPN

Anda akan menunggu proses dari tahap sebelumnya yakni pengukuran tanah dan mengecek pemasangan tanda batas tanah. Jika semua sudah jelas, Anda harus melunasi biaya pembayaran dan akan mendapatkan sertifikat tanah dari BPN. Proses pembuatan sertifikat tanah berkisar antara 60 hingga 120 hari.

Mengurus Bantuan PPAT

Datanglah ke kantor PPAT dan menyerahkan bukti permohonan kepada PPAT. Mereka akan menerima tanda permohonan untuk membuat sertifikat rumah. Nantinya, PPAT akan mengganti nama penjual dengan nama pembeli di buku tanah dan sertifikatnya dicoret dengan tinta hitam, kemudian di paraf oleh kepala kantor pertanahan atau BPN.

Nama pemilik yang baru akan ditulis pada buku dan sertifikat. Pembeli sudah terbukti sah menjadi pemilik atas properti tersebut berdasarkan hukum. Jangka waktu yang diperlukan berbeda di setiap daerah. Biasanya sekitar 60-97 hari.

Inilah beberapa syarat dan cara mengurus sertifikat tanah. Semoga bermanfaat, ya!

Leave a Reply