Kriteria Rumah – Pada umumnya rumah dibangun agar penghuninya dapat berlindung dengan aman dan nyaman, serta terhindar dari cuaca ekstrem yang panas, dingin, ataupun hujan. Suatu kewajiban dalam memenuhi kriteria rumah yang layak huni. Jika kamu menginginkan rumah yang estetik dan mewah , itu hak kamu. Namun, sayangnya masih ada banyak rumah tidak layak huni yang tersebar di Indonesia.

Setidaknya ada empat kriteria sebuah rumah dikatakan layak huni. Keempat kriteria tersebut antara lain struktur kontruksi yang kuat, luas bangunan, sanitasi yang baik, serta tersedianya jaringan air bersih di rumah tersebut. Tetapi tidak hanya itu saja, juga terkait fasilitas pendukung dan faktor penunjang kesehatan.

Nah, untuk memastikan apakah rumah kamu layak huni atau tidak, langsung saja simak ulasan mengenai kriteria rumah tak layak huni berikut ini, yuk!

#1 Pondasi Tidak Kokoh

Pondasi menjadi pusat kekuatan sebuah rumah. Pondasi yang baik lebih dari 45 cm di bawah permukaan tanah. Selain itu, pondasi rumah tersebut juga tidak terhubung dengan balok pondasi atau sloof. Jika tidak memehuni itu, maka rumah tersebut tidak layak huni.

Bahaya juga jika pondasi dibuat terlalu dekat dengan dinding tebing dan tanpa dinding penahan tambahan. Ternyata, rumah dengan pondasi di atas tanah miring dan lembek juga termasuk dalam kriteria rumah tidak layak huni.

#2 Material Tak Berkualitas

Material yang digunakan juga harus diperhatikan. Salah satu kriteria rumah tidak layak huni biasanya didominasi oleh material tidak berkualitas yang mudah terbakar, retak, bocor, bahkan dapat membahayakan kesehatan penghuni rumah. Material tersebut seperti papan kayu, asbes, dan PVC.

Tidak hanya penggunaan materialnya saja, kerusakan material rumahpun menjadi patokan rumah tak layak huni. Apabila kerusakannya lebih dari 20% ukuran bangunan, maka rumah tersebut masuk ke dalam kategori rumah tidak layak huni.

#3 Ruangan Tidak Luas

Umumnya, rumah yang layak huni memiliki luas minimum ruang sebesar 7,2 m2 hingga 12 mper orang. Itu artinya, jika ada empat orang penghuni, maka rumah harus memiliki luas minimal 28,8 m2. Apabila kurang dari 28,8 m2, maka hunian tersebut termasuk ke dalam kriteria rumah tidak layak huni.

Ini sangat penting karena masing-masing penghuni akan kesulitan bergerak dan tidak bisa mendapat ruang privasi. Selain itu, ruangan yang kecil ini menciptakan sirkulasi udara yang buruk. Jadi, perhitungkan dengan baik, agar mendapatkan sirkulasi udara yang baik dan keluarga menjadi sehat.

#4 Fasilitas Dasar Tidak Lengkap

Ruangan yang wajib ada disetiap hunian yaitu kamar mandi, kamar tidur dan dapur. Apabila ada 1 ruangan saja yang tidak ada, maka rumah tersebut bisa dikatakan rumah tak layak huni. Saat ini masih banyak rumah yang tidak memiliki kamar mandi sehingga harus menumpang di rumah tetangga atau fasilitas umum.

TIdak hanya berdasarkan ruangan saja, rumah tak layak huni juga bisa dipastikan dengan kurangnya air bersih dan sumber listrik. Padahal, kehadiran air bersih itu sangat penting untuk mandi, mencuci, dan memasak. Sementara itu, listrik dibutuhkan untuk menyalakan sumber penerangan dan alat eletronik rumah tangga.

#5 Sirkulasi Udara dan Cahaya Buruk

Sirkulasi udara yang lancar sangat dibutuhkan supaya rumah bebas dari bau dan serangan virus yang terbawa oleh udara. Standar ukuran jalur sirkulasi udara adalah 5% dari luas lantai ruangan. Sementara itu, pencahayaan buatan untuk sebuah ruangan standarnya adalah 60–120 lux, sedangkan jalur pencahayaan alami minimal memiliki luas 10% dari luas lantai ruangan.

Selain itu, ada baiknya jalur pencahayaan ini menghadap ke timur. Pencahayaan alami sangat baik untuk membunuh bakteri serta menghilangkan bau apek di dalam rumah.

Leave a Reply